Borderline Personality Disorder


Taukah kalian apa saja gejala dari borderline personality disorder? Kelainan mental salah satu ini penyakit mental yang serius dengan tanda persaan, mood dan perilaku yang sering berubah-ubah atau tidak menentu. Masalah dari kelainan mental ini berhubungan dengan emosi dan pikiran yang tidak stabil dari diri seseorang. Umumnya mental borderline personality disorder ini terjadi pada masa remaja atau awal menuju kedewasaan. 
Pemicu faktor yang dapat diketahui gejalanya yaitu dalam diri seseorang memiliki rasa ketakutan yang serius terhadap pengabaian dan ditinggal oleh orang-orang di sekitarnya ataupun yang dikenalnya. Reaksi yang dihasilkan menjadi ektrem seperti pamik, depresi, marah, atau bisa jadi ingin bunuh diri. 
Mereka juga sering memiliki hubungan yang kurang baik terhadap sekitarnya baik dari keluarga, kerabat, teman dekat, bahkan kekasih biasanya mereka akan membenci atau marah secara tiba-tiba. Mereka cepat untuk merubah emosi, nilai-nilai, perasaan, tujuan dari identitas diri dan gambar diri. 
Ada hal yang lebih berbahaya dari gejala borderline personality disorder yakni timbul rasa ingin menyakiti atau melukai dirinya sendiri bahkan bisa terjadi bunuh diri. Dari tindakan menyayat nadi sebagai reaksi penolakan akan perpisahan terhadap seseorang. Mood yang  egitu cepatnya berubah-ubah dalam sekejap juga sering terjadi. Lebih sering merasa hampa atau bosan, kemarahan yang tidak pantas, intens, sinis, memiliki oertengkaran fisik, bahkan memiliki pikiran paranoid terkait stree atau gejala disosiatif. 
Namun dari sebuah penelitian terhadap pasien yang mengidap borderline personality disorder ini mengakui jika mereka akan merasa puas jika sudah melakukan hal apa yang mereka inginkan. Seperti halnya ingin menyayati nadi, itu pasti akan mereka lakukan jika mereka gangguan mental kambuh dan baru akan berhenti jika sudah dirasakan puas telah usai melakukannya. 
Dari kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pasien yang sedang mengidap borderline personality disorder ini tidak dapa ditinggalkan sendirian. Cara lainnya mulai diajak bercerita apa yang sedang dirasakan. Hal tersebut dapat membuat pasien merasakan lebih tenang pikirannya dan dapat mengurangi rasa stress yang dirasakan. Mulai mendengarkan atau bermain musik untuk mencari pelampiasan dalam emosi yang dirasakannya. Selain itu merasakan berbagai kesedihan atau kecemasan tidak terhadap orang lain. 

DAFTAR PUSTAKA
  https://www.halodoc.com/ini-yang-terjadi-pada-pengidap-borderline-personlaity-disorder
https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/tanda-tanda-umum-borderline-personality-disorder/

Komentar