Psikoanalisis Sigmund Freud
Sigmund Freud yang lahir di Freiberg pada 6 Mei 1856 adalah orang Austria yang memiliki aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi. Dalam alirannya Sigmund Freud memiliki tiga sistem kepribadian yang dibangun oleh manusia, yakni id, ego , dan superego.
Id merupakan sumber tempat dari ego dan superego yang berkembang. Id komponen kepribadian yang impuls agresif dan libinal dengan cara kerja kesenangan pleasure principle. Ego bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana kerja dunia luar untuk menilai realita untuk mendorong id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Superego adalah moral dari Sebagian kepribadian manusia karena merupakan filter dari sensor baik-buruk, salah-benar, boleh-tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.
Inti dari perbedaan id dan ego adalah id memberitahukan kenyataan subyektif-jiwa, sedangkan ego membedakan antara sesuatu yang ada dalam batin dengan dunia luar (Hall dan Lindzey, 1993: 65). Sedangkan superego adalah wasit memegang keadilan sebagai penyaring dari kedua sistem kepribadian sehingga bisa membedakan mana yang menurutnya baik-buruk, benar-salah, boleh-tidak dan sebagainya. Disini peran dari superego adalah bertindak sesuatu yang ideal sesuai norma dan moral dari masyarakat.
id, ego, superego
Ketiga sistem itu terletak dalam tiga struktur kepribadian. Alam sadar, alam pra-sadar, dan alam tak sadar. Menurut Freud, bagian yang terbesar dari jiwa manusia berada dalam ketidaksadaran diri seseorang, bukan dari alam sadar manusianya. Dan yang mengendalikan perilaku dari manusia itu dari alam bawah sadarnya, seperti insting, hasrat, dan libidonya.
Insting dalam dunia psikologis berasal dari sumber rangsangan somatic dalam yang terbawa sejak lahir, contohnya hasrat sedangkan dalam jasmaniahnya dari hasrat yang muncul itu kebutuhan. Contohnya ketika seseorang mengalami haus di tenggorokannya maka dari itu Hasrat akan mendorong dan mengarahkan tingkah laku dari seseorang untuk mengambil air minum. Dorongan libido menurut Freud adalah agamayang memiliki keykinan bahwa agama tidak akan mampu berbicara banyak dalam kehidupan disebabkan pengaruh dari alam ketidaksadaran yang bersifat infantil.
Freud mengatakan bahwa satu-satunya hal yang mendorong kehidupan manusia adalah dorongan id (libido seksualitas). Dengan libido seseorang berusaha mempertahankan eksistensinya karena bermaksud memenuhi instingnya, yang berorientasi pada kesenangan. Seksualitas bagi Freud merupakan daya hidup. Libido, bagi Freud, merupakan life instinct yang memberi motivasi manusia untuk makan, minum, beristirahat dan prokreasi, termasukberagama. Keseluruhan perilakunya ditentukan oleh tenaga-tenaga yang menguasai zona ketidaksadaran
Abdul rouf 190541100078
Ahmad, Maghfur. Agama dan Psikoanalisa Sigmund Freud. Vol. 14 no.2, Oktober 2011.
Hall, Calvin S. & Lindzey, Gardner, Theories of Personality, terj. Yustinus, Yogyakarta: Kanisius, 1993.
Komentar
Posting Komentar